Senin, 25 Juli 2016

Slot satelit bekas indosat,sekarang sudah terpakai

Javahotnews-Ini adalah untuk pertama kalinya didunia, Industri perbankan mengorbitkan satelit sendiri.Bank pelat merah dan bank terbesar di Indonesia yaitu Bank Rakyat Indonesia dipastikan melun  curkan satelit pada tanggal 16 juni  atau tepatnya tanggal 17 juni 2016 pukul 3.30 WIB.sebelumnya di jad walkan meluncur tanggal 8 juni ,namun gagal karena kendala teknis.

Nama satelit BRI

Satelit yang diluncurkan menggunakan Rocket Ariane 5 milik perusahaan Arianespace ini bernama BRISat.Rocket tersebut akan di luncurkan di kourou,Frech Guiana,Amerika selatan.satelit BRISat ini mampu menjangkau wilayah Indonesia,ASEAN,Asia Timur termasuk sebagian tiongkok,Laut pasifik termasuk Hawaii dan Australia barat.

Jalur Orbit satelit

Sebenarnya jalur orbit satelit BRISat yang baru ini adalah jalur orbit yang sebelumnya diduduki oleh satelit Indosat yang sudah habis masa tugasnya,yaitu palapa C2 karena indosat sudah tidak menggunakan slot tersebut.Satelit dengan transponder pita C  akan mengorbit di slot 150.5 Bujur timur.Perusahaan jasa pengorbitan yang berasal dari perancis yang memang didapuk sebagai kolega dalam proyek potensial ini
BRISat dioperasikan oleh putra bangsa

Seluruh pengoprasian satelit dipercayakan sepenuhnya oleh putra bangsa/SDM Indonesia.Total terda pat 53 orang putra putri tanah air yang bertanggung jawab terhadap 45 transponder yang ada.Proses perekrutan mereka pun tidak terjadi secara instan,mereka diharuskan melalui proses magang di amerika selama 15 bulan.Selama mengikuti program pembelajaran ini,para pegawai BRI tersebut memperoleh pujian dari pihak SS/L.Pasalnya mereka cepat tangkap dan tanggap dalam mempelajari materi.kendati demiki an SS/L tetap akan melakukan pendampingan usai BRISat di luncurkan.

Motif dibalik peluncuran BRISat

Langkah BRI meluncurkan satelit sendiri ini dimaksudkan untuk memangkas biaya operasional perseroan.jadi dengan memiliki satelit sendiri BRI dapat menghemat biaya operasional 40 persen.sepeti yang di ungkapkan direktur keuangan BRI Haru Koesmahargyo ketika BRI masih menyewa satelit dengan biaya 500 milyar per tahun,dengan BRISat akan mendapatkan penghematan 200 milyar.500 milyar per tahun itupun untuk 23 transponder.

Nilai investasi untuk BRISat

Lebih lanjut direktur keungan BRI menuturkan ,nilai investasi BRISat sekitar Rp3,375 Trilyun dengan ma sa pakai 15 tahun extending 2 tahun,jadi 17 tahun.satelit dengan nilai US$ 220 juta ini dibeli dengan cici lan selama 8 tahun,dengan cicilan pertahun mencapai Rp 300-400 milyar.Satelit ini diharapkan menghu bungkan 10.350 kantor unit kerja BRI diberbagai pelosok.BRI berupaya memperkuat posisi sebagai mar ket leader di sektor UMKM,menurut Randi Anto,direktur menejemen Aset dan kredit BRI.dengan pembe lian satelit BRI diharapkan bisa ‘mengunci’penetrasi  bank bank asing yang hendak masuk daerah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar